Sabtu, 02 Mei 2015

KELOMPOK DALAM ORGANISASI

Pengertian Kelompok
a)      Menurut Robbins dan Coulter (2004)
Kelompok adalah gabungan atau kumpulan dua atau lebih individu yang berinteraksi dan saling bergantung untuk mencapai sasaran-sasaran tertentu.
b)      Menurut Gibson dan kawan-kawan (1996)
Kelompok adalah kumpulan individu di mana perilaku dan kinerja satu anggota dipengaruhi oleh perilaku atau prestasi anggota lainnya.
c)      Menurut Shaw (dalam Nimran,1999)
Kelompok adalah kumpulan dua atau lebih orang yang berinteraksi satu sama lain sedemikian rupa sehingga perilaku dan atau kinerja dari seseorang dipengaruhi oleh perilaku/kinerja anggota yang lain.
Didalam suatu keompok belum tentu para anggota mempunyai atribut (sifat-sifat, ciri-ciri) yang sama. Para anggota kelompok yang mempunyai kesamaan atribut disebut cohort. Jadi kelompok adalah dua orang atau lebih berkumpul dan berinteraksi serta saling tergantung untuk mencapai tujuan tertentu.

            Jenis – jenis Kelompok
  1. Kelompok formal (formal group), adalah kelompok yang sengaja dibentuk dengan keputusan manager melalui bagan organisasi untuk menyelesaikan suatu keputusan manager melalui bagan organisasi untuk menyelesaikan suatu tugas secara efisien dan efektif.

·                 Kelompok komando (command group), adalah bagian dari kelompok formal. Kelompok komando memiliki definisi yaitu kelompok yang ditentukan oleh bagan organisasi dan melaksanakan tugas-tugas rutin organisasi.
·                  Kelompok tugas (task group), adalah suatu kelompok yang bekerja sama untuk menyelesaikan suatu tugas atau proyek tertentu. Kelompok tugas juga termasuk bagian dari kelompok komando.
  1. 2.      Kelompok informal (informal group), adalah kelompok yang tidak dibentuk secara formal melalui struktur organisasi, yang muncul karena adanya kebutuhan akan kontak sosial.

·               Kelompok kepentingan, merupakan kelompok yang berafiliasi untuk mencapai sasaran yang sama. Kelompok ini juga termasuk kedalam kelompok informal.
·               Kelompok persahabatan, merupakan bagian dari kelompok informal. Kelompok ini terbentuk karena adanya kesamaan-kesamaan tentang suatu hal.

  1. 3.      Kelompok berdasarkan keanggotaan dan berdasarkan kesukaan, adalah kelompok berdasarkan keanggotaan, merupakan kelompok yang lahir atas dasar ketentuan formal atau karena seseorang telah memenuhi tetentuan formal. Sedangkan kelompok berdasarkan kesukaan, merupakan kelompok dimana perasaan para anggotanya begitu terikat kepada ketentuan dan kepentingan kelompok.


  1. 4.      Kelompok berdasarkan jumlah/ besarnya anggota.

·         Kelompok dua orang
·         Kelompok tiga orang
·         Kelompok yang terdiri atas lebih dari tiga orang


Karakteristik Kelompok
         Reitz mengutarakan beberapa karakteristik yang menonjol dari suatu kelompok, yaitu:
        Adanya dua orang atau lebih.
        Berinteraksi satu sama lainnya.
        Saling berbagi beberapa tujuan yang sama.
        Melihat dirinya sebagai suatu kelompok.

Alasan berkelompok
         Rasa aman
         Status dan harga diri
         Interaksi dan afiliasi
         Kekuatan
         Pencapaian tujuan
         Kekuasaan

Teori-teori pembentukan kelompok
         Teori Propinquity
        Teori pertama adalah teori propinquity atau teori kedekatan.
        Seseorang berhubungan dengan orang lain disebabkan karena adanya kedekatan ruang dan daerahnya.
         Teori Interaksi
        Teori ini dikembangkan oleh George Homans.
        Teori ini didasarkan pada interaksi-interaksi dan sentimen-sentimen (perasaan atau emosi).
        Tiga dimensi penjelas pembentukan kelompok dalam teori interaksi:
         Semakin banyak aktivitas seseorang yang dilakukan bersama dengan orang lain, semakin beraneka interaksinya, yang pada akhirnya membangun sentimen yang semakin kuat diantara mereka.
         Semakin banyak interaksi diantara orang-orang, maka semakin banyak kemungkinan aktivitas-aktivitas dan sentimen yang ditularkan (shared) pada orang lain.
         Semakin banyak aktivitas dan sentimen yang ditularkan dan semakin sentimen seseorang dipelajari orang lain, maka semakin banyak kemungkinan ditularkannya aktivitas dan interaksi.
         Teori Keseimbangan
        Seseorang tertarik kepada yang lain untuk membentuk kelompok karena didasarkan pada kesamaan sikap dalam menanggapi suatu tujuan yang relevan satu sama lain.
         Teori Pertukaran
        Teori ini ada korelasinya dengan teori motivasi dalam bekerja.
        Teori ini didasarkan pada interaksi dan susunan hadiah – biaya – dan hasil.
         Teori Alasan Praktis
        Kelompok terbentuk karena didasarkan pada alasan praktis.
        Alasan praktis tersebut dapat terkait sebagai akibat untuk merespon sebuah isu tertentu.
        Alasan atau isu yang melandasi terbentuknya kelompok dapat berupa alasan ekonomi, keamanan, atau alasan sosial lainnya.

Fase-fase pembentukan Kelompok
         Forming (pembentukan)
        Keadaan ketidakpastian akan tujuan, struktur, dan kepemimpinan, harus dihadapi.
        Fase ini berakhir ketika anggota kelompok menyadari diri mereka sebagai sebuah entitas yang satu.
         Storming (merebut hati)
        Adanya konflik intra kelompok.
        Terbentuknya hierarki yang relatif jelas dalam kelompok, akan membawa kelompok menapaki fase sekanjutnya.
         Norming (pengaturan norma)
        Terbentuknya kohesi (keterpaduan) dalam kelompok.
        Struktur kelompok solid.
        Harapan dan perilaku kelompok dirumuskan secara benar dan diterima anggotanya.
         Performing (melaksanakan)
        Setiap anggota mengetahui kewajiban, hak, dan peran masing-masing dalam pelaksanaan tugas kelompok.
         Anjourning (pengakhiran)
        Fase ini terjadi pada kelompok yang bersifat temporer dimana hal ini ditandai dengan berakhirnya rangkaian kegiatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar